Diusir Ibunya Sendiri dari Rumah, Bocah 10 Tahun Ini Harus Rela Rawat Ayahnya yang Sakit Stroke Sendirian

 

Belakangan ini ramai beredar sebuah video mengharukan di media sosial yang memperlihatkan seorang anak kecil berusia 10 tahun, harus mengurus ayahnya yang menderita stroke seorang diri tanpa adanya tempat tinggal.

Dilansir dari laman pedulianak.org, Tegar harus merelakan masa kanak-kanaknya untuk belajar dan bermain bersama kawan sebaya lantaran harus mengurus sang ayah yang diusir dari rumah. 

Ayah Tegar menderita sakit stroke setelah sebelumnya terjatuh di kamar mandi, yang mengakibatkan separuh bagian tubuhnya tak bisa berfungsi normal kembali. Selain stroke, diketahui ia juga menderita penyakit di perutnya.

" Saya penderita penyakit stroke, kronologinya tepat pada malam Jumat ketika saya hendak salat tahajud, tiba-tiba saya di kamar mandi terjatuh," kata ayah Tegar (65)

Dikutip dari laman pedulianak (03/07), Tegar mengatakan jika sang ayah diusir dari rumah oleh ibunya setelah menderita stroke. Diketahui pula jika sang ibu ternyata sudah menikah kembali. Hal inilah yang membuat Tegar menjadi harapan satu-satunya untuk sang Ayah.

" Ijal (Tegar) satu-satunya putra saya yang paling kecil, itu yang membantu saya ke kamar mandi (mengurus)," kata Ayah Tegar.

Urus Ayahnya Sendiri di Sebuah Gazebo
Tegar dan ayahnya harus rela tinggal di sebuah gazebo (balai bengong) milik Rumah Yatim di Sumbawa. Untuk keperluan sehari-hari, Tegar dan ayahnya harus menunggu bantuan dari Ketua Yatim Sumbawa. Dalam video terlihat jika hanya ada beberapa barang seadanya dalam gazebo tersebut.

Meski baru berusia 10 tahun, Tegar harus mengurus ayahnya yang menderita stroke dan kelainan pada perut. Ia pun membantu mengurus keperluan sehari-hari sang ayah, hingga membantunya untuk ke kamar mandi.

Dengan badannya yang kecil, ia membantu ayahnya untuk turun dari gazebo dengan cara menarik kakinya setiap kali akan ke kamar mandi. Tubuh mungilnya pun harus menjadi tumpuan sang ayah saat berjalan. Tegar dengan semangat dan penuh kasih sayang membantu ayahnya.